|
Latihan Untuk Penderita Osteoporosi |
|
| |
 |
Banyak penderita osteoporosis yang tidak berani melakukan latihan. Padahal, latihan sangat penting di dalam membantu mengatasi masalah-masalah yang dialami para penderita osteoporosis. Latihan dapat membantu memperkuat otot dan tulang serta meningkatkan keseimbangan tubuh sehingga mengurangi resiko patah tulang akibat jatuh. |
| |
Namun, tidak semua jenis latihan dapat dilakukan oleh penderita osteoporosis. Latihan yang tidak tepat justru dapat meningkatkan resiko cedera pada penderita osteoporosis, seperti gerakan-gerakan yang cepat dan menghentak (seperti berlari dan melompat) atau gerakan-gerakan membungkuk (seperti sit up, golf, tenis, dan bowling). |
|
|
Berikut ini adalah beberapa jenis latihan yang banyak dianjurkan bagi penderita osteoporosis untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, jangan lupa berkonsultasi pada dokter Anda sebelum melakukan latihan untuk menentukan jenis latihan yang paling sesuai untuk kesehatan tulang Anda. |
| |
| 1. |
Weight-Bearing Exercise |
| |
Latihan ini meliputi latihan aerobik yang melawan gaya gravitasi dengan tulang sebagai penopang berat tubuh, sebagai contoh berjalan. Manfaat dari latihan ini akan diperoleh secara efektif apabila dilakukan secara teratur, minimal 15 hingga 20 menit sebanyak 3 hingga 4 kali setiap minggunya. Jika Anda baru akan memulai latihan ini, lakukanlah dengan intensitas ringan yang semakin lama semakin ditingkatkan. Apabila berjalan terasa menyakitkan dan menyulitkan bagi Anda, cobalah melakukan latihan dengan menggunakan sepeda statis. |
| 2. |
Resistance Training |
| |
Latihan ini meliputi latihan dengan menggunakan beban atau strength-training machines. Jika Anda ingin memulai latihan ini, lakukanlah dengan intensitas ringan yang ditingkatkan secara bertahap dan perlahan-lahan. Untuk mengurangi resiko cedera, lakukan latihan secara perlahan-lahan (mengangkat dan menurunkan beban secara perlahan-lahan) dan lakukan gerakan secara tepat. Jangan menambah beban lebih dari 10 % setiap minggunya karena peningkatan beban secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya cedera. Sebaiknya, lakukan latihan setiap 3 hari sekali guna memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat. |
| 3. |
Flexibility Exercise |
| |
Latihan ini meliputi latihan peregangan atau stretching. Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kelenturan sendi-sendi sehingga mencegah terjadinya cedera otot dan membantu memperbaiki postur tubuh. Latihan peregangan sebaiknya dilakukan pada akhir sesi latihan (setelah otot mengalami pemanasan) secara perlahan-lahan, tenang, dan disertai dengan menarik napas dalam-dalam. Hindari jenis latihan peregangan yang dapat memberikan tekanan secara berlebihan pada tulang punggung, seperti membungkuk, karena dapat meningkatkan resiko patah tulang. |
|
| |
Nah, untuk memperoleh hasil yang optimum bagi kesehatan tulang Anda, kombinasikan latihan dengan pengobatan dan pengaturan pola makan yang sehat.. |
|
|
|
|
|
|
|
|