21 Desember 2014 merupakan hari bersejarah untuk HiLo Green Community Banjarmasin, karena pada saat itulah kami secara resmi berdiri sebagai salah satu komunitas hijau yang ada di kota yang mendapat julukan sebagai “Kota Seribu Sungai”. Mungkin ada beberapa pertanyaan yang terbesit dipikiran kalian ya greeners, seperti “Mengapa mendapat julukan seperti itu ?” atau “Apa memang benar ada 1000 sungai disana ?”, dan jawabannya adalah Banjarmasin dulunya banyak sekali memiliki sungai bahkan sungai lah yang menjadi jalur transportasi. Kebayang kan greeners betapa pentingnya “Sungai” di Kota ini.

Terus apa dong hubungannya Sungai sama Rambai Padi ? Sebagaimana kita tahu bahwa Rambai Padi adalah salah satu tanaman yang hidup di Sungai, maka hubungannya sudah pasti sangat erat kan greeners. Rambai Padi hidup di Sungai dan Banjarmasin punya banyak sekali sungai, mereka bagaikan 2 objek yang tidak bisa terpisahkan. Selain Sungai, Banjarmasin juga punya maskot yang sangat terkenal lho dengan hidungnya yang panjang, kira-kira apa yaa greeners ? Yup, tepat sekali, maskot Banjarmasin adalah Bekantan, sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.

Karena kami tidak ingin maskot itu hilang ditelan oleh waktu, maka kegiatan yang berhubungan dengan konservasi Bekantan lah yang sangat tepat untuk merayakan anniversary HGC Banjarmasin yang pertama. Berhubung Grand Launching HGC Banjarmasin dilaksanakan pada hari Minggu 21 Desember 2014, maka kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 20 Desember 2015. Kegiatan ini sangat seru namun menggelikan, kenapa? Karena para anggota harus berendam di pinggir Sungai dan langsung menginjak lumpur yang lembek agar bisa menanam bibit pohon Rambai Padi. Kami melakukan penanaman sebanyak 75 bibit yang kami beri tanda pada setiap bibitnya bahwa HGC Banjarmasin telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan konservasi Bekantan. Tidak hanya tanda bertuliskan HGC Banjarmasin, kami juga membuat tanda dengan nama-nama HGC Kota lainnya beserta nama pengurus HGC Nasional dan beberapa nama dari pihak Nutrifood.

Kegiatan ini kami laksanakan sejak pukul 6.00 WITA sampai 12.00 WITA. Perjalanan yang ditempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan kelotok atau perahu motor yang mengitari Sungai Kuin hingga Sungai Barito. Di sepanjang perjalanan kami melihat ada begitu banyak rumah tersusun rapi di sepanjang bibir Sungai, namun terlihat jelas perbedaan antara Sungai pemukiman dengan Sungai non-pemukiman. Di Sungai pemukiman, warnanya terlihat agak keruh namun di Sungai non-pemukiman terlihat lebih biru dan bersih. Entah apa yang terjadi, kami masih memikirkan solusinya. Ketika sampai di Pulau Curiak, Pulau khusus tempat konservasi Bekantan di pinggir Sungai Barito, keberuntungan belum berpihak kepada kami karena kami tidak bisa melihat Bekantan secara langsung. Walaupun begitu, kami tetap bersemangat untuk membersihkan area sekitar dan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Kegiatan ini tidak hanya diadakan satu kali, namun kami juga berencana akan melakukan kegiatan serupa dalam acara “Kumpulkan Kertas Bekasmu” yang akan dilaksanakan mulai bulan Oktober hingga November. Hasil dari penjualan kertas bekas akan kami belikan bibit pohon Rambai Padi dan akan kami lakukan penanaman langsung di bulan November.